Kejadian/ peristiwa bencana yang diakibatkan oleh alam atau ulah manusia, baik yang terjadi secara tiba-tiba atau perlahan-lahan,dapat menyebabkan hilangnya jiwa manusia, trauma fisik dan psikis, kerusakan harta benda dan lingkungan, yang mampu melampaui kemampuan sumberdaya 1. Definisi Oprasional a. Gawat Darurat : Longsor adalah kejadian pergerakan tanah, batuan, atau material lainnya dalam jumlah besar secara tiba-tiba atau secara berangsur-angsur, yang umumnya terjadi pada daerah terjal dan tidak stabil. Penyebab utama tanah longsor adalah gravitasi, tetapi besarnya volume dipengaruhi oleh berbagai faktor alam dan manusia. Faktor alam meliputi 1 kondisi geologi, yaitu batuan lapuk, kemiringan tanah, unsur atau jenis lapisan tanah, gempa bumi, gunung berapi, dan lain-lain; 2 kondisi iklim, yaitu curah hujan yang tinggi; 3 kondisi topografi, yaitu kemiringan permukaan tanah seperti lembah, lereng, dan bukit; 4 kondisi tata air, yaitu akumulasi volume atau massa air, pelarutan dan tekanan hidrostatika, dan lain-lain. Faktor manusia antara lain berbagai kegiatan yang dapat mempengaruhi terjadinya tanah longsor. Misalnya pemotongan tebing pada penambangan di lereng yang terjal, kegagalan struktur dinding penahan tanah, penggundulan hutan, budidaya kolam ikan di atas lereng, sistem pertanian yang tidak memperhatikan irigasi yang aman, pengembangan wilayah yang melanggar aturan tata ruang, sistem drainase yang buruk, dan lain-lain. Mari kita mengetahui lebih dalam mengenai bencana longsor yang sering menimpa Indonesia dengan berbagai informasi dari Palang Merah Indonesia PMI. Akibat bencana longsor Material yang dibawa tanah longsor bisa berupa tanah, bebatuan, lumpur, sampah, dan lain-lain. Kecepatannya beragam, ada yang perlahan, ada juga yang mencapai puluhan kilometer per jam. Maka dari itu, dampak longsor juga dapat merugikan secara kemanusiaan dan ekonomi. Longsor dan material yang dibawanya bisa membuat kita kehilangan harta, tempat tinggal, dan menelan korban jiwa. Pada 1 Januari 2006, tanah longsor menimpa enam kecamatan di kabupaten Jember, Jawa Timur. Akibat longsor tersebut tercatat 90 orang meninggal dunia, 28 orang luka-luka dan orang terpaksa mengungsi karena 75 rumah hancur, 35 rumah rusak berat, dan 285 rumah rusak ringan. Apa yang harus kita lakukan saat longsor terjadi?

FileType PDF Bencana Alam Tanah Longsor Dampak Positif Dan Negatif (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Kurikulum 2013. Buku ini memudahkan peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran karena memiliki keunggulan sebagai berikut. Buku ini memuat materi dan kegiatan yang memungkinkan peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan

Longsor ??? sering sekali kita melihat tanah longsor di berita-berita televisi dan media massa. salah satu akibat dari terjadinya longsor yaitu karena adanya penebangan liar yang mengakibatkan hutan gundul. Pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang pengertian tanah longsor, jenis-jenis longsor, dan penyebab terjadinya tanah longsor, berserta cara pencegahannya. Untuk itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini. Pengertian Tanah Longsor Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh Erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam Lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat Gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut Gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu Getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir Berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju Baca Juga Pengertian Erosi Serta Metode Konservasi Tanah Jenis-Jenis Tanah Longsor Ada enam jenis tanah longsor, yaitu longsor translasi, longsor rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Di indonesia jenis longsor yang paling sering terjadi adalah longsor translasi dan longsor rotasi. Sementara itu, jenis tanah longsor yang paling banyak memakan korban jiwa adalah aliran bahan rombakan. Longsor Translasi Longsor ini terjadi karena bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai. Longsor Rotasi Longsoran ini muncul akibat bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung. Pergerakan Blok Pergerakan blok terjadi karena perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsor jenis ini disebut juga longsor translasi blok batu. Runtuhan Batu Runtuhan batu terjadi saat sejumlah besar batuan atau material lain bergerak kebawah dengan cara jatuh bebas. Biasanya, longsor ini terjadi pada lereng yang terjal sampai menggantung, terutama di daerah pantai. Rayapan Tanah Longsor ini bergerak lambat serta serta jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Longsor ini hampir tidak dapat dikenal. Setelah beberapa lama terjadi longsor jenis rayapan, posisi tiang-tiang telepon, pohon-pohon, dan rumah akan miring kebawah. Aliran Bahan Rombakan Longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air dan terjadi di sepanjang lembah yang mencapai ratusan meter jauhnya. Kecepatan bergantung pada kemiringan lereng, volume air, tekanan air dan jenis materialnya. Baca Juga Pengertian Tanah Beserta Proses Dan Fungsinya Gejala-Gejala Bencana Alama Gejala-gejala umum yang biasanya timbul sebelum terjadinya bencana tanah longsor adalah Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing. Biasanya terjadi setelah hujan. Munculnya mata air baru secara tiba-tiba. Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan. Penyebab Terjadinya Tanah Longsor Berikut ini beberapa faktor yang bisa mempengaruhi tanah longsor, yakni sebagai berikut Hujan Ancaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November karena meningkatnya intensitas curah hujan. Musim kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Hal itu mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga tanah hingga terjadi retakan dan merekahnya tanah permukaan. Ketika hujan, air akan menyusup ke bagian yang retak sehingga tanah dengan cepat mengembang kembali. Pada awal musim hujan, intensitas hujan yang tinggi biasanya sering terjadi, sehingga kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat. Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor, karena melalui tanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral. Bila ada pepohonan di permukaannya, tanah longsor dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. Akar tumbuhan juga akan berfungsi mengikat tanah. Lereng terjal Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar. Tanah yang kurang padat dan tebal Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 m dan sudut lereng lebih dari 220. Tanah jenis ini memiliki potensi untuk terjadinya tanah longsor terutama bila terjadi hujan. Selain itu tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek terkena air dan pecah ketika hawa terlalu panas. Baca Juga Kerusakan Tanah – Pengertian, Penyebab, Perubahan, Ciri, Mengatasi Batuan yang kurang kuat Batuan endapan gunung api dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran antara kerikil, pasir, dan lempung umumnya kurang kuat. Batuan tersebut akan mudah menjadi tanah bila mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor bila terdapat pada lereng yang terjal. Jenis tata lahan Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan, dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan akarnya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor. Sedangkan untuk daerah perladangan penyebabnya adalah karena akar pohonnya tidak dapat menembus bidang longsoran yang dalam dan umumnya terjadi di daerah longsoran lama. Getaran Getaran yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gempabumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran lalulintas kendaraan. Akibat yang ditimbulkannya adalah tanah, badan jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak. Susut muka air danau atau bendungan Akibat susutnya muka air yang cepat di danau maka gaya penahan lereng menjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 mudah terjadi longsoran dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan. Adanya beban tambahan Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibatnya adalah sering terjadinya penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke arah lembah. Pengikisan/erosi Pengikisan banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu akibat penggundulan hutan di sekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal. Adanya material timbunan pada tebing Untuk mengembangkan dan memperluas lahan pemukiman umumnya dilakukan pemotongan tebing dan penimbunan lembah. Tanah timbunan pada lembah tersebut belum terpadatkan sempurna seperti tanah asli yang berada di bawahnya. Sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti dengan retakan tanah. Bekas longsoran lama Longsoran lama umumnya terjadi selama dan setelah terjadi pengendapan material gunung api pada lereng yang relatif terjal atau pada saat atau sesudah terjadi patahan kulit bumi. Bekas longsoran lama memilki ciri Adanya tebing terjal yang panjang melengkung membentuk tapal kuda. Umumnya dijumpai mata air, pepohonan yang relatif tebal karena tanahnya gembur dan subur. Daerah badan longsor bagian atas umumnya relatif landai. Dijumpai longsoran kecil terutama pada tebing lembah. Dijumpai tebing-tebing relatif terjal yang merupakan bekas longsoran kecil pada longsoran lama. Dijumpai alur lembah dan pada tebingnya dijumpai retakan dan longsoran kecil. Longsoran lama ini cukup luas. Adanya bidang diskontinuitas bidang tidak sinambung Bidang tidak sinambung ini memiliki ciri Bidang perlapisan batuan Bidang kontak antara tanah penutup dengan batuan dasar Bidang kontak antara batuan yang retak-retak dengan batuan yang kuat. Bidang kontak antara batuan yang dapat melewatkan air dengan batuan yang tidak melewatkan air kedap air. Bidang kontak antara tanah yang lembek dengan tanah yang padat. Bidang-bidang tersebut merupakan bidang lemah dan dapat berfungsi sebagai bidang luncuran tanah longsor. Penggundulan hutan Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relatif gundul dimana pengikatan air tanah sangat kurang. Daerah pembuangan sampah Penggunaan lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan tanah longsor apalagi ditambah dengan guyuran hujan, seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Leuwigajah di Cimahi. Bencana ini menyebabkan sekitar 120 orang lebih meninggal. Baca Juga Pelapukan adalah Dampak Tanah Longsor Dampak terhadap masyarakat yang terjadi akibat bencana tanah longsor, yaitu sebagai berikut Pan American Health Organization, 2006 Peningkatan Morbiditas Tingginya angka kesakitan dalam keadaan terjadinya bencana dibagi dalam 2 katagori, yaitu Kesakitan primer, adalah kesakitan yang terjadi sebagai akibat langsung dari kejadian bencana tersebut, kesakitan ini dapat disebabkan karena trauma fisik, termis, kimiawi, psikis dan sebagainya. Kesakitan sekunder, kesakitan sekunder terjadi sebagai akibat sampingan usaha penyelamatan terhadap korban bencana, yang dapat disebabkan karena sanitasi lingkungan yang buruk, kekurangan makanan dan sebagainya. Tingginya Angka Kematian Kematian akibat terjadinya bencana alam dibagi dalam dua kategori, yaitu Kematian primer, adalah kematian langsung akibat terjadi bencana, misalnya tertimbun tanah longsor. Kematian Sekunder, adalah kematian yang tidak langsung disebabkan oleh bencana, melainkan dipengaruhi oleh faktor-faktor penyelamatan terhadap penderita cedera berat, seperti. kurangnya persediaan darah, obat-obatan, tenaga medis dan para medis yang dapat bertindak cepat untuk mengurangi kematian tersebut. Masalah Kesehatan Lingkungan Mencakup masalah-masalah yang berkaitan erat dengan sanitasi lingkungan, tempat penampungan yang tidak memenuhi syarat, seperti penyediaan air bersih, tempat pembuangan tinja dan air bekas, tempat pembuangan sampah, tenda penampungan dan kelengkapannya, kepadatan dari tempat penampungan, dan sebagainya. Suplai Bahan Makanan dan Obat-Obatan Apabila kekurangan suplai bahan makanan dan obat-obatan untuk membantu korban bencana, maka kemungkinannya akan menimbulkan berbagai masalah, diantaranya Kekurangan gizi dari berbagai lapisan umur Penyakit infeksi dan wabah, diantaranya infeksi pencernaan GED, infeksi pernapasan akut seperti influensa, penyakit kulit. Cara Pencegahan Tanah Longsor Upaya pencegahan yang dilakukan untuk bencana tanah longsor Iwan Setiawan, 2008. Pencegahan Tingkat Pertama Melarang pembangunan rumah pada lokasi yang rawan longsor, terutama pada lereng dan kaki bukit Memperkuat kestabilan tanah dengan pohon-pohon yang akarnya dapat mengikat tanah secara kuat Tidak menebang atau merusak hutan Melakukan penanaman pada daerah-daerah yang gundul Pembangunan tembok-tembok penahan untuk memperkuat lereng pada lokasi rawan longsor Memberikan penyuluhan pada masyarakat yang tinggal di wilayah longsor tentang cara menghindari bencana longsor. Pencegahan Tingkat Kedua Yang harus dilakukan dalam tahap ini adalah penyelamatan dan pertolongan korban secepatnya supaya korban tidak bertambah. Secara operasional, pada tahap ini diarahkan pada kegiatan Penanganan korban bencana termasuk mengubur koban meninggal dan menangani korban yang luka-luka. Penanganan pengungsian Pemberian bantuan darurat Pelayanan kesehatan, sanitasi, dan air bersih Penyiapan penampungan sementara Pembangunan fasilitas sosial dan fasilitas umum sementara serta memperbaiki sarana dan prasarana dasar agar mampu memberikan pelayanan yang memadai untuk para korban. Baca Juga Pengertian Erosi, Jenis dan Dampak Pencegahan Tingkat Ketiga Rehabilitasi Upaya pemulihan korban dan prasarananya, meliputi kondisi sosial, ekonomi, dan sarana transportasi. Selain itu dikaji juga perkembangan tanah longsor dan teknik pengendaliannya supaya tanah longsor tidak berkembang dan penentuan relokasi korban tanah longsor bila tanah longsor sulit dikendalikan. Rekonstruksi Penguatan bangunan-bangunan infrastruktur di daerah rawan longsor tidak menjadi pertimbangan utama untuk mitigasi kerusakan yang disebabkan oleh tanah longsor, karena kerentanan untuk bangunan-bangunan yang dibangun pada jalur tanah longsor hampir 100%. Ada beberapa tindakan, perlindungan dan perbaikan yang bisa ditambah untuk tempat-tempat hunian antara lain Perbaikan drainase tanah menambah materi-materi yang bisa menyerap Modifikasi lereng pengurangan sudut lereng sebelum pembangunan Vegetasi kembali lereng-lereng dan beton-beton yang menahan tembok mungkin bisa menstabilkan hunian. Tahap Pengungsian Tahap pengungsian yang dapat dilakukan dalam menghadapi bencana tanah longsor adalah Yayasan IDEP, 2004. Peringatan Bahaya Peringatan bahaya merupakan hal pertama yang bisa dilakukan oleh siapa saja yang mengetahui terjadinya bencana. Peringatan ini bisa menggunakan alat atau model komunikasi yang sudah biasa dikenal oleh masyarakat setempat. Alat komunikasi seperti kentongan, bedug dan lainnya merupakan alat yang sangat membantu. Informasi yang Perlu Disampaikan Pada Masyarakat Tentang bencana jenis bencana Besarnya bencana Kapan kemungkinan terjadi Transportasi Menyediakan transportasi yang ada dan pendukungnya seperti supir, bahan bakar. Urutan pengungsian adalah anak-anak, orang tua, korban terluka, orang cacat, wanita dan pria. Saat Dilokasi Pengungsian Yang perlu dipertimbangkan adalah Perawatan dan pertolongan bagi yang terluka Mendirikan tempat perlindungan dan dapur umum Membentuk pos-pos bantuan kemanusiaan Mencatat semua data korban, yang selamat, terluka dan meninggal Mengatur bantuan yang diterima Menghubungi pihak-pihak bantuan dari luar Prinsip Penanggulangan Bencana Tanah Longsor Penanggulangan bencana alam bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bencana alam dan dampak yang ditimbulkannya. Karena itu, dalam penanggulangan harus memperhatikan prinsip-prinsip penanggulangan bencana alamIwan Setiawan, 2008 Dalam Undang-Undang Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, disebutkan sejumlah prinsip penanggulangan, yaitu Baca Juga Reboisasi Pengertian, Fungsi, 20 Manfaat Reboisasi dan Penghijauan Cepat dan Tepat Yang dimaksudkan dengan “prinsip cepat dan tepat” adalah bahwa dalam penanggulangan benacana harus dilaksanakan secara cepat dan tepat sesuai dengan tuntutan keadaan. Keterlambatan dalam penanggulangan akan bnerdampak pada tingginya kerugian material maupun korban jiwa. Prioritas Yang dimaksud dengan “prinsip prioritas” adalah bahwa apabila terjadi bencana, kegiatan penanggulangan harus mendapat prioritas dan diutamakan pada kegiatan penyelamatan jiwa manusia. Koordinasi dan Keterpaduan Yang dimaksud dengan “prinsip koordinasi” adalah bahwa penaggulangan bencana didasarkan pada koordinasi yang baik dan saling mendukung. Yang dimaksud dengan “prinsip keterpaduan” adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan oleh berbagai sektor secara terpadu yang didasarkan pada kerja sama yang baik dan saling mendukung. Berdaya Guna da Berhasil Guna Yang dimaksud dengan “prinsip berdaya guna” adalah bahwa dalam mengatasi kesulitan masyarakat dengan tidak membuang waktu, tenaga, dan biaya yang berlebiahn. Yang dimaksud dengan “prinsip berhasil guna” adalah bahwa kegiatan penanggulangan bencana harus berhasil guna, khususnya dalam mengatasi kesulitan masyarakat denga tidak membuang waktu, tenaga, dan biaya yang berlebihan. Transparansi dan Akuntabilitas Yang dimaksud dengan “prinsip transparansi” adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Yang dimaksud dengan “prinsip akuntabilitas” adalah bahwa penanggulangan bencana dilakukan secar terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan secara etik dan hukum. Kemitraan Penanggulangan bancana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keemitraan dalam penanggulangan bencana dilakukan antara pemerintah dengan masyarakat secra luas, termasuk lembaga swadaya masyarakat LSM maupun dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya. Bahkan, kemitraan juga dilakukan dengan organisasi atau lembaga di luar negeri termasuk dengan pemerintahnya. Pemberdayaan Pemberdayaan berarti upaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengetahui, memahami, dan melakukan langkah-langkah antisipasi, penyelamatan, dan pemulihan bencana. Negara memiliki kewajiban untuk memberdayakan masyarakat agar dapat mengurangi dampak dari bencana. Nondiskriminatif Yang dimaksud dengan “prinsip nondiskriminatif” adalah bahwa negara dalam penanggulangan bencana tidak memberikan perlakuan yang berbeda terhadap jenis kelamin, suku, agama, ras, dan aliran politik apapun. Nonproletisi Yang dimaksud dengan “prinsip nonproletisi” adalah bahwa dilarang menyebarkan agama atau keyakinan pada saat keadaan darurat bencana, terutama melalui pemberian bantuan dan pelayanan darurat bencana. Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
Hendramenambahkan, upaya mitigasi bencana geologi ini di antaranya bermanfaat untuk memberikan arahan kepada Pemerintah Daerah dan memberi kepastian terkait tindak lanjut kebijakan Pemerintah Daerah dalam pemberian pelayanan kebencanaan. Selain itu juga terdapat rekomendasi pembangunan kembali daerah bencana dan lahan relokasi pasca bencana.
Tanah longsor adalah bencana alam yang membahayakan karena sifatnya yang datang dengan tiba- tiba. Banyak korban jiwa yang ditimbulkan dari tanah longsor, selain itu banyak pula kerugian material yang akan dirasakan, khsusnya bagi masyarakat yang rumahnya tertimbun longsoran tanah. Maka dari itulah perlu adanya upaya - upaya khusus untuk menanggulangi terjadinya tanah longsor. Adapun penanggulangan pasca terjadinya bencana longsor adalah sebagai berikut Membuat Benteng atau Beton Membangun semacam benteng untuk menutupi tebing atau lereng yang terbuat dari tanah. Bentang atau beton ini bisa berupa bangunan dari semen yang menutupi tebing atau lereng tanah tersebut. Hal ini bisa membantu untuk meminimalisir terjadinya tanah longsor karena tanah akan tertahan oleh semen tersebut sehingga tidak mudah longsor. Air hujan yang turun terkadang bisa merember masuk ke dalam tanah, melewati celah - celah tanah tersebut sehingga membuat struktur tanah menjadi rapuh dan pada akhirnya akan longsor dan menimpa bangunan yang ada di bawahnya. Tidak Menebang Pohon di Lereng Akar - akar pohon sangat berguna untuk membuat struktur tanah menjadi lebih kuat, sehingga tidak mudah terjadi longsor. Pohon - pohon yang memiliki akar ini memiliki kemampuan untuk menyerap air dan menyimpannya di dalam tanah, sehingga mengurangi air tanah yang mengalir dan merusak strustur tanah yang memicu terjadinya longsor. Tidak Membangun Rumah Persis di Bawah Lereng atau tebing Salah satu upaya untuk menanggulangi jatuhnya banyak korban atau kerugian material, perlu dihimbau kepada masyarakat supaya tidak membangun rumah di bawah lerang persis. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi adanya korban jiwa serta rusaknya rumah dan juga bangunan yang termasuk dalam kerugian material. Pembangunan rumah di bawah tebing sangat berbahaya dan tidak selayaknya dilakukan oleh masyarakat. Melakukan Upaya Preventif Salah satu upaya preventif untuk menanggulangi terjadinya tanah longsor antara lain adalah mengecek keadaan tanah apakah ada retakan atau tidak. Membuat Terasering Terasering merupakan tangga atau undak- undakan yang biasa terdapat di sawah- sawah di dataran tinggi. Sawah terasering selain untuk mencegah terjadinya tanah longsor, ternyata juga bisa menyumbangkan panorama alam yang sangat menakjubkan. Tidak Memotong Tebing Secara Tegak Lurus Pemotongan tebing secara tegak lurus dapat meningkatkan resiko terjadinya tanah longsor. Hal ini karena penekanan yang dihasilkan oleh potongan tersebut lebih besar. Beban yang di bawah dengan yang di atas sama sehingga ada kemungkinan bahwa yang dibawah tidak mampu menyangga yang diatas dan menyebabkan terjadinya tanah longsor. Tidak Mendirikan Bangunan di Sekitar Sungai Sungai adalah salah satu tempat yang rawan terjadi longsor. Sama halnya dengan pendirian bangunan di atas tebing, pendirian bangunan di sekitar sungai juga akan memicu terjadinya tanah longsor. Tidak Membangun Rumah Persis di Bawah Lereng atau Tebing Salah satu upaya untuk menanggulangi jatuhnya banyak korban atau kerugian material, perlu dihimbau kepada masyarakat supaya tidak membangun rumah di bawah lerang persis. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi adanya korban jiwa serta rusaknya rumah dan juga bangunan yang termasuk dalam kerugian material. Pembangunan rumah di bawah tebing sangat berbahaya dan tidak selayaknya dilakukan oleh masyarakat. Selalu Waspada Apabila Hujan Deras Turun Terus menerus Cara selanjutnya adalah selalu bersikap waspada ketika memasuki musim hujan. Sikap waspada ini semakin ditingkatkan lagi apabila telah dirasakan hujan turun dengan waktu yang lama. Terlebih lagi jika hujan tersebut deras. Hal ini akan sangat membantuk warga untuk dapat menyelamatkan diri jika tiba - tiba terjadi tanah longsor. Apabila hujan deras telah berlangsung selama tiga jam atau lebih, maka kita harus waspada dan bertindak cepat, salah satunya adalah dengan mengungsi atau menyelamatkan diri ke tempat yang aman. Memberikan Penyuluhan Kepada Masyarakat Upaya penanggulanagan kerugian karena tanah longsor selanjutnya adalah dengan cara memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Penyuluhan ini bisa berarti himbauan kepada masyarakat mengenai bencana tanah longsor, waktu yang berpotensi untuk menyebabkan tanah longsor serta tanda - tanda akan terjadinya tanah longsor, sehingga masyarakat bisa mengambil langkah yang tepat untuk menyelamatkan diri, keluarga serta harta benda mereka. Itulah beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi bencana tanah longor. M Hadi H, Sharing and building, berharap dapat berpartisipasi walaupun dalam hal kecil untuk kemajuan pengetahuan - Mengabdi di Dinas Pekerjaan Umum salah satu instansi Pemerintah Daerah
Bencanaalam yang terjadi di Benua Eropa ini dikenal sebagai topan paling mengerikan yang pernah terjadi. Topan dahsyat ini mampu menghancurkan kapal-kapal di pelabuhan, menerbangkan rumah, memotong sambungan jalur kereta api, dan menyebabkan tanah longsor di daerah pegunungan. Bencana alam ini memakan korban jiwa hingga 300.000 orang. Jakarta Penyebab tanah longsor bisa dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, seperti faktor ulah manusia hingga faktor alam. Tanah longsor sendiri merupakan sebutan bagi pergerakan tanah akibat dari peristiwa geologi gerakan masa tanah bebatuan. 10 Penyebab Pemanasan Global Akibat Aktivitas Manusia, Dampak Buruk dan Cara Mencegahnya INFOGRAFIS Deretan Bencana Alam yang Menerjang Indonesia di Awal 2021 10 Macam-Macam Bencana Alam di Indonesia, Ketahui Potensi Ancamannya Tanah longsor tentunya bukan hal yang baru di Indonesia, apalagi di daerah-daerah dengan lereng yang curam. Dampak bencana satu ini tentunya juga tidak main-main, dari kerugian materi hingga kehilangan nyawa bisa terjadi karena tanah longsor. Mengenali penyebab tanah longsor bisa berdampak sangat besar, seperti menekan angka kematian akibat bencana ini, dan juga bisa dijadikan sebuah dasar penanggulangannya. Bagi orang-orang yang tinggal di daerah lereng atau rawan longsor, mengenali penyebab tanah longsor dan cara mencegahnya adalah suatu keharusan. Berikut rangkum dari berbagai sumber, Senin 21/6/2021 tentang penyebab tanah Daerah Rawan Longsor dan Ciri-cirinyaSebelum membahas penyebab tanah longsor, ada baiknya kamu mengenali daerah rawan longsor serta ciri-ciri akan terjadinya bencana ini. Dilansir dari WHO, wilayah yang paling rentan mendapatkan penyebab tanah longsor meliputi - Medan terjal, termasuk area di dasar ngarai; - lahan yang sebelumnya terbakar oleh kebakaran hutan; - tanah yang telah diubah karena aktivitas manusia, - seperti deforestasi atau konstruksi; - saluran di sepanjang sungai atau sungai; - area mana pun yang aliran permukaannya diarahkan atau tanah sangat jenuh. Ciri-Ciri akan Terjadi Tanah Longsor 1. Sehabis hujan, tampak ada retakan pada lereng, 2. Kerikil berjatuhan, tebing terlihat kurang kokoh atau rapuh, 3. Tiba-tiba timbul mata air baru, 4. Genangan air saat musim hujan akan lenyap saat akan terjadi longsor, 5. Pintu maupun jendela sukar terbuka, 6. Pepohonan tampak miring, 7. Halaman rumah atau dalam rumah mendadak alam tanah lonsong yang melanda Desa Periangan, Mamasa Foto Rajab UmarAda dua faktor utama penyebab tanah longsor. Ini adalah faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Curah hujan tinggi Curah hujan yang tinggi merupakan salah satu penyebab tanah longsor. Ketika musim kemarau panjang, tanah akan kering dan membentuk pori-pori tanah atau rongga tanah, kemudian selanjutnya terjadi keretakan pada tanah tersebut. Saat musim hujan datang, otomatis air hujan ini akan masuk ke dalam rongga tanah atau pori-pori tanah yang terbuka tadi. Membuat air hujan akhirnya memenuhi rongga, yang menyebabkan terjadinya pergeseran tanah. Akhirnya mengakibatkan longsor dan erosi tanah. Erosi tanah Erosi tanah merupakan salah satu penyebab tanah longsor yang paling sering terjadi. Erosi ini bisa terjadi ketika ada aliran air yang deras menyerang tanah, sehingga tanah bertambah curam. Aliran air ini bisa berupa gelombang air laut, air yang berasal dari hujan atau badai, air bah, air sungai, dan lain sebagainya. Lereng yang terjal Proses pembentukan lereng atau tebing terjal adalah lewatnya angin dan air di sekitar lereng yang berdampak pada pengikisan lereng tersebut. Waspada jika di sekitar tempat tinggal kamu terdapat tebing atau lereng terjal, karena rawan tanah longsor. Pertambangan Aktivitas pertambangan juga bisa menjadi penyebab tanah longsor. Operasi penambangan yang menggunakan teknik peledakan sering kali menyebabkan daerah lain yang berisiko longsor menjadi longsor akibat getaran di bawah tanah. Beban berlebihan pada suatu area Adanya beban pada tanah yang berlebihan bisa menjadi penyebab tanah longsor. Beban ini bisa berupa salju, tumpukan sampah, bahkan pemukiman. Jika di sekitar lereng terdapat rumah atau pemukiman di lereng serta kendaraan yang lalu lalang di tikungan lembah, maka jika beban tersebut terlampau berat, dapat menyebabkan tanah Tanah LongsorGetaran Getaran juga merupakan salah satu penyebab tanah longsor. Getaran kecil yang disebabkan oleh lalu lintas kendaraan di sekitar lereng perbukitan, akan secara tidak langsung mengakibatkan tanah menjadi longsor. Tetapi berproses, pertama jalanan di lereng bukit ini perlahan akan mengalami keretakan yang jika dibiarkan, lama-lama akan terjadi longsor. Sementara getaran besar dapat langsung menyebabkan tanah longsor, antara lain diakibatkan oleh bahan peledak atau gempa bumi. Hutan gundul Kalau di kawasan kamu tinggal terdapat penebangan hutan secara liar, maka hal ini akan memberikan dampak akibat hutan menjadi gundul, sehingga berdampak pada terjadinya bencana longsor. Pentingnya pohon di daerah perbukitan khususnya adalah untuk menyimpan air dan memperkuat struktur tanah. Air yang berlimpah akan disimpan terlebih dahulu di akar pohon, sehingga tanah akan tetap kokoh dan tidak longsor. Ada lahan pertanian di lereng Penyebab tanah longsor selanjutnya ialah keberadaan lahan pertanian di lereng gunung. Penataan lahan pertanian maupun perkebunan yang buruk, akan berdampak pada timbulnya bencana longsor. Tanaman pertanian dan perkebunan memiliki akar yang kecil dan tidak cukup kokoh untuk menjaga struktur tanah tetap kuat. Lapuknya bebatuan Bebatuan di lereng, seperti batu endapan yang berasal dari gunung berapi dan batu jenis sedimen kecil memiliki sifat lapuk atau kekuatan yang mudah hancur menjadi tanah. Hal ini yang kemudian juga menjadi penyebab tanah longsor. Kepadatan tanah kurang Jenis tanah tertentu terkadang bisa menyebabkan rawannya longsor. Tanah liat misalnya, ia memiliki karakteristik yang mudah pecah ketika musim panas, dan lembek ketika musim hujan. Ini menyebabkan tanah tidak bisa kuat berada di posisinya sehingga mudah Mencegah Tanah LongsorSetelah mengenali penyebab tanah longsor, kamu tentunya juga perlu mengenali pencegahan dari bencana ini. Berikut cara mencegah tanah longsor yang perlu kamu pahami 1. Hindari membangun rumah di bawah atau dekat tebing, 2. Buatlah sengkedan atau terasiring di lereng terjal kalau membentuk pemukinan di saerah tersebut, 3. Hindari untuk membuka kolan atau perkebunan di lereng yang dekat dengan pemukiman warga, 4. Apabila terlihat ada retakan, segara tutup retakan tersebut dengan tanah yang kemudian dipadatkan agar air hujan tidak bisa menerobos celah-celah tanah, 5. Hindari pemotongan tebing menjadi tegak, 6. Penebangan pohon di sekitar lereng sebaiknya tidak dilakukan, 7. Pemukiman yang didirikan di tepian sungai, rentan terkena erosi, 8. Membuat saluran pembuangan air yng secara otomatis bisa menjadi saluran penampungan air tanah, 9. Menanam jenis tananam keras dan ringa, yang memiliki akar dalam yang ditanam di wilayah curam, dan 10. Pengembangan usaha tani rumah longsor lahan.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

4 Tanah Longsor. Tanah longsor adalah peristiwa geologi berupa gerakan masa tanah atau batuan dengan berbagai jenis dan tipe, seperi jatuhnya bebatuan dan gumpalan tanah yang besar. Bencana tanah longsor dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan pemicu. Faktor pendorong ialah faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi material

ilustrasi dampak longsor bagi masyarakat, sumber gambar dari buku Empat Bencana Geologi yang Paling Mematikan oleh Kartono Tcandra 2018 129, tanah longsor merupakan salah satu bentuk gerakan tanah yang terjadi sangat cepat. Adapun bentuk gerakan tersebut berupa pergeseran bongkahan tanah, campuran tanah dan bebatuan, material rombakan dan volume yang besar yang jatuh ke arah yang lebih rendak. Dampak longsor bagi masyarakat cenderung merugikan karena mengancam daerah rawan tanah longsor sudah terpetakan, akan tetapi bencana ini sulit terprediksi waktu dan tempat kejadiannya. Apalagi, bencana tanah longsor terjadi secara cepat dan tiba-tiba, sehingga penduduk yang terdampak menjadi tidak berdaya. Menghadapi situasi Longsor bagi MasyarakatDampak longsor bagi masyarakat tentu sangat merugikan karena merusak berbagai infrastruktur dan bahkan mampu merenggut nyawa seseorang. Beberapa dampak tersebut yaitu sebagai berikut1. Menimbulkan Korban JiwaMayoritas bencana alam yang terjadi di dunia ini memang dapat merenggut nyawa manusia, tidak terkecuali tanah longsor. Saat hujan lebat, umumnya masyarakat berteduh di rumahnya masing-masing dan sebelumnya tidak memprediksi bahwa longsor akan terjadi. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan rawan longsor cenderung tidak sempat menyelamatkan diri saat bencana itu Kehilangan Tempat TinggalSeperti yang telah dijelaskan di atas, tempat terjadinya longsor tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, rumah-rumah yang berada di kawasan rawan longsor rentan hancur karena bencana tersebut. Akibatnya, banyak masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan dan bahkan kehilangan tempat Terputusnya Jalan Transportasiilustrasi dampak longsor bagi masyarakat, sumber gambar jarang, longsor terjadi di kawasan hutan, bukit atau pegunungan yang dekat dengan jalan transportasi. Jika sampai hal tersebut terjadi, maka mobilitas masyarakat menjadi terhambat. Bahkan, ada yang sampai memutar arah hingga berkilo-kilo meter untuk bisa sampai ke tempat tujuannya. Oleh karena itu, dampak longsor bagi masyarakat mampu menghambat kegiatan Menanggulangi Tanah LongsorAda beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi bencana tanah longsor. Beberapa upaya tersebut di antaranya sebagai berikut• Tidak menebang pohon di lereng gunung• Tidak membangun rumah di bawah lereng atau tebing• Tidak membuat sawah di lereng• Tidak memotong tebing secara tegak lurus• Waspada ketika hujan lebat di kawasan lereng• Memberi sosialiasi kepada masyarakat di kawasan hutan, pegunungan dan perbukitan.
Upayapenanggulangan tanah longsor dapat dilakukan dengan melihat dan menganalisa secara tepat faktor-faktor penyebab terjadinya longsor, terutama yang diakibatkan oleh aktivitas manusia. Semakin cepat dan tepat upaya penanggulangan tersebut, maka akan meminimalkan dampak kerusakan yang ditimbulkan, termasuk korban jiwanya.
Meskipuntidak dapat dihentikan, tapi kita dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya tanah longsor, contohnya dengam tidak menebang pohon sembarangan. Berikut ini merupakan dampak negatif yang ditimbulkan tanah longsor : Timbulnya korban jiwa maupun korban luka Rusaknya rumah warga maupun infrastuktur lain MacamMacam Bencana Alam dan Upaya Menanggulanginya. Berikut ini jenis-jenis bencana alam dan gejala-gejalanya yang sering terjadi di wilayah Indonesia. 1. Gempa Bumi. Gempa terjadi karena gerakan batuan yang melewati batas kelentingan atau kelengkungannya. Gempa bumi disebut pula seisme, dapat terjadi karena pergerakan atau benturan lempeng Tanahlongsor merupakan bencana alam yang terjadi karena pergerakan tanah atau massa batuan yang menuruni lereng atau tebing. Tanah longsor dapat terjadi karena dipicu oleh beberapa hal, yaitu gempa bumi, letusan gunung berapi, atau curah hujan yang tinggi. Bencana tanah longsor ini sangat merugikan bagi manusia, baik dari segi korban jiwa ataupun kerusakan harta benda, karena sering terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi. .
  • kvb11fheoa.pages.dev/114
  • kvb11fheoa.pages.dev/397
  • kvb11fheoa.pages.dev/405
  • kvb11fheoa.pages.dev/499
  • kvb11fheoa.pages.dev/366
  • kvb11fheoa.pages.dev/393
  • kvb11fheoa.pages.dev/38
  • kvb11fheoa.pages.dev/83
  • jelaskan dampak bencana tanah longsor dan upaya penanggulangannya